Penyebab kamu gak pernah menjadi kaya, hindari ini

Siapa yang tak mau menjadi kaya. Tentunya kaya hati dan kaya harta seimbang, ya. Jika kaya hati dengan memperbaiki diri dan tingkat keimanan, lantas bagaimana menjadi kaya harta ? Baik kaya hati ataupun kaya harta memiliki titik perjuangan masing-masing. Jika kamu ingin keduanya, maka perjuangkan. Di sini akan dibahas tentang kaya harta. Kalau kamu berkecukupan kamu bisa semakin banyak beramal, bukan ? Hidup lebih tercukupi dan mampu membahagiakan keluarga.

Hal yang harus dihindari agar kaya

Dugem tiap minggu

Banyak anak muda yang suka dugem karena keasyikannya. Terkadang manusia sering lupa ketika bersenang-senang.

Lebih baik bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian.

Tidak mencatat pengeluaran

Biasanya seseorang yang tidak mencatat pengeluaran karena orangnya tidak suka ribet, tidak detail, dan bebas.

Mencatat pengeluaran bukan berarti terlalu perhitungan. Dengan mencatat maka kamu dapat mengetahui berapa pengeluaran kamu. Apakah seimbang dengan pemasukan, dan apakah terlalu boros. Semua itu untuk memprediksi dan mengatur keuangan kamu di masa depan.

Sibuk yang tidak produktif

Orang yang sibuk, belum tentu produktif. Jika tidak produktif artinya sibuk tersebut hanya main-main saja atau mengerjakan sesuatu hal yang tidak berarti.

Kamu perlu menentukan pekerjaan apa saja yang menjadi prioritas dalam aktivitas keseharianmu, agar kamu tidak mengerjakan semua hal yang membuatmu sibuk dan terlalu sibuk, namun justru tidak ada yang maksimal.

Fokus dalam hal tertentu akan lebih baik untuk benar-benar menghasilkan buah yang kamu harapkan. Tentunya menjaga pikiran tidak stres dan kesehatan tidak down.

Overthinking tanpa action

Berpikir terlalu berlebihan tidak baik dalam beberapa hal. Overthinking cenderung mengarah pada pikiran dan dugaan yang negatif.

Hal yang mencegah kamu melakukan aksi adalah ketika kamu terlalu banyak berpikir.

Memang sebelum melakukan sesuatu kamu harus memikirkan dengan matang, akan tetapi jika sampai overthinking akan membuatmu ragu beraksi. Oleh karena itu, berfikirlah dengan wajar lalu lakukan.

Mengejar barang branded

Ilustrasi barang branded. Foto : unsplash

Hidup berkecukupan tidak selamanya yang selalu memakai barang branded, barang bergengsi, dan barang yang mahal.

Seseorang yang kaya akan mengetahui porsi yang benar saat membeli suatu barang, tidak hedon. Mereka hanya membeli barang dengan tujuan untuk membantu melancarkan aktivitas mereka.

Misalnya seorang dosen memiliki handphone Xiaomi keluaran pertama. Baginya sudah cukup bagus, selama handphone itu bisa mencover semua kebutuhan pekerjaannya selama menjadi dosen. Berbeda dengan seorang karyawan yang selalu membeli handphone keluaran terbaru agar terlihat update dan sugih.

Orang berkecukupan juga mereka yang memiliki tabungan. Daripada membelikannya barang branded ia lebih memilih menginvestasikan ke sesuatu barang investasi untuk dirinya dan keluarga.

Hal-hal di atas adalah beberapa hal kecil yang harus dihindari agar kamu menjadi kaya yang sesungguhnya.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button