Sisi derita freelance bagi mahasiswa

Mahasiswa adalah pelajar tingkat perguruan tinggi yang memiliki banyak tanggung jawab sebagai pemuda intelektual dari lingkungan akademisi. Kegiatan mahasiswa mulai dari belajar, kuliah, mengerjakan tugas – tugas makalah, laporan, artikel, dan sebagainya, berorganisasi, membela rakyat, turun lapangan, hingga mencari penghasilan secara mandiri baik di tanah kelahiran sendiri maupun di tanah rantauan. Freelance menjadi salah satu jalan dan peluang yang bisa digunakan oleh mahasiswa untuk mendapatkan penghasilan. Sisi freelancer ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada artikel ini akan berbicara kekurangannya sehingga inilah yang membuat tidak enak menjadi freelancer.

Meski demikian, freelancer tetap menjadi pilihan sebagian besar mahasiswa karena tuntutan untuk bekerja keras di masa pemantaban jati diri.

Kekurangan menjadi freelance bagi mahasiswa

Tidak memiliki penghasilan tetap

Menjadi freelancer memang tergantung jenis freelance yang kamu kerjakan. Namun pada umumnya freelancer hanya akan bekerja ketika ada project, sehingga ketika tidak ada project ia tidak bisa bekerja.

Selain itu, namanya saja freelancer. Pekerja yang bebas. Jadi walaupun kamu bebas mengerjakan suatu pekerjaan, kamu tidak bisa memiliki penghasilan yang pasti dari pekerjaan tersebut.

Berhadapan dengan freelancer yang lebih ahlinya

Jangan kaget, freelancer sudah banyak digeluti masyarakat. Tidak hanya mahasiswa tetapi juga para lulusan sekolah atau perguruan tinggi, bahkan orang dewasa atau orang tua.

Di antara mereka tentu sudah memiliki kualitas dan kuantitas yang lebih mumpuni karena bisa saja pengalaman dan ilmunya lebih banyak.

Kamu harus bisa mengimbanginya dengan bekerja keras menjadi freelancer yang berkualitas.

Lebih ekstra memanajemen waktu

Mahasiswa tak pernah lepas dan luput dari tugas pekerjaan kuliah. Mereka harus mengerjakan semua tugas dalam waktu tertentu sama seperti tugas menjadi freelancer. Karena itulah mereka harus pintar memanajemen waktu sebagai bagian dari latihan memanage diri sendiri.

Jam kerja bisa tiba-tiba lebih dari 8 jam per hari

Pada umumnya jam kerja baik untuk diri sendiri ataupun perusahaan adalah 8 jam. Menjadi freelancer tidak selamanya memiliki jam kerja 8 jam, bisa saja melebihi dari jam tersebut karena kamu mengerjakannya dengan bebas di rumah atau di tempat lain sesuai kenyamananmu. Apalagi jika kamu mengerjakannya dengan melakukan hal-hal lain atau istilahnya menyambi, maka kamu pasti menghabiskan waktu lebih untuk menyelesaikan tugas freelance mu.

Selain itu, jika pekerjaan sudah akan jatuh tempo maka jam kerja bisa saja lebih dari yang seumumnya karena kamu harus menyelesaikan semua pekerjaan tersebut apapun yang terjadi.

Harus tahan banting dengan klien yang banyak maunya

Hanya mengandalkan keberuntungan saat mendapatkan klien atau konsumen dari jasa kamu. Jika kamu mendapatkan klien yang banyak maunya, maka kamu harus lebih sabar.

Tidak memiliki jaminan kesehatan,dana pensiun, dan dana lainnya

Menjadi seorang freelancer adalah tentang diri kamu sendiri. Tidak ada lembaga atau perusahaan yang bertanggung jawab atas diri kamu. Kamu sendiri yang mengatur pekerjaanmu, jam kerja, dan sebagainya.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button