Strategi investasi averaging up dan averaging down untuk investasi saham

Sebagai seorang investor istilah Averaging up dan averaging down mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Ya, strategi investasi Averaging up dan averaging down digunakan untuk memaksimalkan keuntungan dengan menaikkan atau menurunkan nilai rata-rata saham yang kamu miliki.

Bukan hanya untuk investasi saham, strategi investasi averaging up dan averaging down dapat diaplikasikan untuk investasi Reksa Dana.

Sebagai investor atau bahkan trader kamu pasti pernah mengalami kondisi dimana harga saham yang kamu miliki anjlok sehingga kamu mengalami kerugian. Jika saham mengalami koreksi terus menerus, dan ingin mengurangi kerugian atau floating loss langkah yang bisa dilakukan adalah melakukan money management dengan memanfaatkan teknik averaging up dan averaging down. 

Memahami konsep averaging up dan averaging down 

Sebelum membahas cara melakukan averaging up dan averaging down kita akan belajar untuk memahami kedua konsep money management ini.

Averaging down merupakan strategi money management  dalam investasi saham yang dilakukan dengan membeli saham yang harganya jatuh secara bertahap. Dengan ini harga rata-rata saham pada portofolio bisa menurun, sehingga potensi kerugian akan diminimalisir. Di sisi lain, saat harganya naik kembali keuntungan yang kamu dapatkan bisa lebih besar.

Sementara averaging up dipahami sebagai strategi money management  dalam investasi saham dengan harga yang lebih tinggi untuk meningkatkan harga rata-rata.

Kesalahan dalam melakukan averaging up dan averaging down

Strategi investasi averaging up dan averaging down
Averaging down. Foto: Pinterest

Biasanya investor pemula melakukan averaging up  atau averaging down dengan selisih harga yang bahkan tidak jauh berbeda dengan harga rata-rata saham di fortofolio. Efeknya adalah harga rata-rata tidak terlalu terpengaruh dengan tindakan ini.

Investor biasanya juga terlalu panik sehingga terlalu melakukan averaging down. Tidak sadar bahwa tindakan ini sampai menghabiskan dana cash pada rekening RDN yang dimilikinya.

Meski investor bisa melakukan averaging up  atau averaging down  investasi harus tetap dilakukan sesuai planning. Setiap pembelian saham harus diiringi dengan penentuan titik stop loss. Sehingga saat harga turun terlalu dalam kerugian dapat di cut loss.

(Baca juga: Cut loss)

Cara melakukan averaging down dan averaging up

Agar bisa melakukan money management lewat averaging down dan averaging up dengan tepat, kamu harus membuat trading plan atau investing plan  dan mematuhinya.

Dalam trading plan atau investing plan ini kamu bisa menentukan harga beli, harga jual, dan harga cut loss. Kamu juga bisa membuat anggaran berapa persen modal yang akan kamu alokasikan untuk saham tertentu.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button