Tanggapi rencana right issue saham Wahana Interfood Nusantara, pemegang saham menyatakan persetujuan

Right issue atau biasa dikenal dengan penambahan modal melalui penerbitan saham baru menggunakan hak memesan efek terlebih dahulu akhir-akhir ini sangat sering dilakukan oleh emiten di Bursa Efek Indonesia. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Wahana Interfood atau PT Wahana Interfood Nusantara

Wahana Interfood Nusantara setujui rencana right issue Tbk (COCO). Rencana right issue Wahana Interfood Nusantara itu ternyata mendapatkan tanggapan baik dari para pemegang saham. Melalui rapat umum pemegang saham luar biasa PT Wahana Interfood Nusantara yang dilakukan pada 29 September 2021, para pemegang saham menyatakan keputusannya tentang rencana right issue Wahana Interfood Nusantara.

Hasil RUPSLB ini menyatakan bahwa 77,21 persen kuasa pemegang saham menyatakan persetujuannya. Dimana sejumlah 432.592.809 saham dari 560.285.604 saham setuju dengan rencana rights issue ini.

Right issue Wahana interfood akan segera direalisasikan

Rights issue Wahana Interfood Nusantara. Foto: Pinterest

Mengingat mayoritas pemegang saham setuju dengan rencana tersebut, maka perseroan akan melanjutkan rencana right issue ini secepat mungkin. Dengan rencana mengeluarkan sekitar 331.764.555 saham baru dengan nilai nominal Rp. 100 per saham yang bisa didapatkan melalui penerbitan HMETD.

Secara resmi perencanaan penerbitan saham baru tersebut telah disampaikan oleh pihak perseroan melalui keterbukaan informasi kepada regulator. Yakni Bursa Efek Indonesia pada Jumat (1/10/2021).

Wewenang tindakan sehubungan PMHMETD I

Dengan disetujuinya rencana right issue saham oleh para pemegang saham. Maka akan dilakukan perubahan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. Yang terjadi akibat peningkatan modal yang disetor dalam rangka aktivitas PMHMETD.

Selain itu, wewenang juga diberikan oleh pemegang saham kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan tindakan sehubungan PMHMETD I. Yang mencakup penetapan realisasi jumlah saham yang akan dikeluarkan sesuai dengan persetujuan Dewan Komisaris Perseroan, penetapan rasio dan harga terhadap pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, serta menetapkan jadwalnya.

Selain beberapa kuasa yang disebutkan diatas, pemegang saham juga memberikan kewenangan kepada Direksi Perseroan mengenai hak substitusi. Dalam rangka menyatakan seberapa banyak jumlah saham yang dikeluarkan, serta tentang anggaran perseroan dalam rangka pelaksanaan PMHMETD I sesuai dengan anggaran dan peraturan yang berlaku di pasar modal.

Mengacu pada harga saham perusahaan pada akhir penutupan bursa tanggal 30 September 2021 yakni Rp 252 per saham, maka diperkirakan jumlah dana yang akan didapatkan Perseroan dari proses pengeluaran saham baru adalah sekitar Rp 83,6 miliar. Dengan jumlah saham sebanyak 331.764.555 saham.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button