Taukah kamu tentang saham gorengan? Berikut merupakan cirinya!

Dalam investasi terutama investasi saham tak jarang kita menemui saham-saham gorengan. Saham gorengan bukan berarti saham yang digoreng di wajan ya, guys, hehehe. Lalu, apa sih yang dimaksud dengan saham kategori itu?

Pengertian saham gorengan

Sama seperti halnya gorengan tempe dan tahu pada umumnya, saham jenis ini juga sama-sama enak, menggoda dan menggiurkan. Tetapi di balik enaknya gorengan dan saham jenis ini, ternyata ada dampak negatifnya bagi diri kita lho! Lalu, apa sih dampaknya? Jikalau kita memakan gorengan, apalagi terlalu banyak, maka akan meningkatkan kolesterol di tubuh kita. Nah, berbahaya bukan? Sama seperti gorengan pada umumnya, saham jenis ini juga berbahaya bagi para investor saham, salah satunya tertimpa kerugian.

Saham gorengan merupakan saham yang pergerakan harganya sangat fluktuatif, jika harga rendah terlalu rendah, jika harga tinggi terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan bahwa naik/turunnya harga saham telah direkayasa oleh bandar saham, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dalam jangka pendek. Saham jenis ini adalah saham yang kualitasnya jelek. Jadi, sebisa mungkin kamu jangan membeli saham Jenis ini.

Ciri-cirinya

Sebagai investor pemula, kamu harus pintar dalam memilah memilih saham yang akan kamu beli. Jangan mudah tergiur atas keuntungan-keuntungan yang didapat dengan cara mudah dan instan dari saham jenis ini. Agar kamu tidak terjebak dalam pembelian saham ini, kamu harus mengenali ciri-ciri saham jenis ini, yaitu :

Harga saham fluktuatif

Salah satu ciri saham jenis ini adalah harganya yang sangat fluktuatif. Kamu bisa melihat fluktuatif-nya harga saham ini di grafik saham gorengan yang kamu beli. Dalam beberapa hari bahkan beberapa jam saja, pergerakan harga saham sangat tidak konsisten, yaitu bisa meningkat drastis dan bisa menurun dengan tajamnya.

Sering masuk U.M.A

U.M.A atau bisa disebut dengan Unusual Market Activity berarti pencatatan dari Bursa Efek Indonesia yang bertujuan untuk melindungi investor dari kegiatan tidak wajar yang terjadi dalam transaksi saham, misalnya naik turunnya harga saham yang drastis dalam hitungan hari.

Volume perdagangan inkonsisten

Saham jenis ini memiliki volume perdagangan yang tidak konsisten/tidak stabil. Jadi, dalam hal ini berarti terkadang banyak investor yang melakukan transaksi pada saham jenis ini, terkadang tidak ada sama sekali investor yang melakukan transaksi saham tersebut. Jadi, dalam hal ini tentunya akan membuat investor rugi apabila tidak ada penawaran ataupun permintaan pada saham tersebut.

Kapitalisasi market-nya sangat kecil

Dalam hal ini, saham jenis ini ternyata mempunyai kapitalisasi market yang kecil, yaitu kurang dari 2 triliun rupiah. Jika saham yang wajar/pada umumnya, tentunya akan mempunyai kapitalisasi pasar yang besar.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button