Tips dalam memilih sekuritas

Sekuritas merupakan perusahaan yang bergerak dalam layanan keuangan terutama penyedia jasa perdagangan saham. Memilih sekuritas untuk melakukan aktivitas jual beli saham juga harus diperhatikan, sebab setiap sekuritas memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing.

Tips memilih sekuritas

Coba investasi syariah dengan Ipotstock
Indo premier. Foto: Google.com

Izin sekuritas pada BEI

Faktor pertama dalam pemilihan sekuritas yaitu memiliki izin. Sekuritas yang kita pilih harus terdaftar aktif sebagai anggota resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dapat dicek di profil anggota bursa pada lama resmi BEI yaitu idx.co.id. Sekuritas juga harus dipastikan tidak dalam posisi suspend, memiliki Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) dan diisi oleh orang – orang yangberkompeten.

Anggota perusahaan sekuritas minimal harus memiliki izin Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE), Wakil Manajer Investasi (WMI), dan Wakil Penjamin Emisi (WME). Hal tersebut digunakan agar perusahaan sekuritas terbukti dalam kinerjanya.

Biaya jual dan biaya beli

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah Biaya Jual dan Biaya Beli. Biaya Jual dan Biaya Beli adalah biaya yang dikenakan kepada investor per transaksinya. Biaya tersebut sudah mencakup pajak, biaya bursa, dan biaya sekuritas. Fee jual dan beli setiap sekuritas pun berbeda – beda dan telah ditentukan oleh sekuritas. Ada yang 0,15 persen hinga 0,35 persen. Biaya transaksi menggunakan jasa broker akan lebih besar daripada menggunakan internet secara langsung.

Hal ini disebabkan, broker merupakan orang yang bekerja di sekuritas dan bertugas untuk menganalisis saham berdasarkan perintah nasabah. Perhitungan biaya diilustrasikan sebagai berikut:

Investor membeli saham SIDO sebanyak 1000 lot dengan harga saham 125 per lembar saham. Jika sekuritas yang digunakan investor menetapkan biaya beli sebesar 0,15 persen maka total uang yang harus dipersiapkan yaitu 12.500.000 dan 18.750 untuk fee belinya artinya investor memerlukan 12.518.750 untuk membeli saham SIDO.

Bank kustodian yang ditunjuk sekuritas juga perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan bank yang ditunjuk sekuritas ada kalanya berbeda dengan rekening bank yang dimiliki investor sehingga perlu mentransfer ke bank kustodian tersebut.

Kemudian setoran awal atau dana awal. Dana awal merupakan dana yang pertama kali harus disediakan oleh calon investor sebagai syarta membuka Rekening Dana Investasi (RDI) di sekuritas. Kemudian beberapa sekuritas juga rutin memberikan riset berupa rekomendasi harian, mingguan, ataupun bulan sebagai bentuk pelayanan kepada nasabah.

Perusahaan sekuritas memiliki keuntungan agar berjalan dengan baik, pastikan sekuritas yang dipiih memilih Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) yang besar dan likuiditas yang baik sehingga sekuritas dapat menjalankan usaha dengan baik.

Software trading

Hal terakhir yang perlu diperhatikan yaitu Software Trading. Kemudahan pengoperasian dan banyaknya aplikasi yang ditawarkan menjadi hal penting. Beberapa aplikasi wajib untuk analisis sama pada software adalah laporan keuangan, chart, dan running trade.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button