Untung besar dari jualan aksesoris, padahal eks karyawan BUMN ini hanya modal Rp 400 Ribu

Berbagai cerita tentang kesuksesan orang lain tentu saja memotivasi dan membuat iri. Tidak terkecuali dengan kisah sukses seorang eks karyawan BUMN Linda Yuli Yani yang berumur 31 tahun sebagaimana yang akan kita bahas pada artikel ini. Berikut adalah kisah pebisnis eks karyawan Linda Yuli Yani yang untung besar dari jualan aksesoris sebagaimana yang dikutip dari detik.com.

Hanya berjualan aksesoris

Produk strap mask Elye Craft. Foto: Elye Craft

Mungkin kamu tidak akan menyangka bahwa seseorang rela keluar dari pekerjaannya yang sudah cukup mapan sebagai karyawan BUMN hanya untuk menjual aksesoris. Bagi orang lain, mungkin mengorbankan pekerjaan semapan ini hanya untuk berdagang tidak jelas cukup beresiko. Namun ini lah pilihan Linda. Dan ternyata pilihan ini membuahkan hasil yang manis.

Ia sebelumnya bahkan tidak pernah menyangka akan untung besar dari jualan aksesoris. Padahal modal awal jualannya dulu di tahun 2015 ini cukup minim, yakni hanya dengan modal Rp 400 ribu.

Dengan modal basic kesukaannya dan hobi terhadap seni dan aksesoris, ini mulai membuat pernak-pernik menjadi aksesoris cantik. Mulai dari tas, gelang, kalung, hingga strap masker dan connector masker yang sangat dibutuhkan saat ini.

Tidak berniat membangun bisnis yang menjanjikan

Ekspektasinya terhadap jualan aksesoris sejak awal memang tidak tinggi. Sebagaimana yang orang lain fikirkan, ia pun sempat merasa “apa yang bisa didapatkan dari hasil menjual aksesoris?”. Namun fakta berkata lain.

Dengan terus menekuni usahanya ini, dan memanfaatkan Instagram sebagai media promosinya serta kemampuan marketing dan pelayanan kepada pembeli di perusahaan sebelumnya, ia mengembangkan bisnisnya ke taraf yang lebih baik.

Saat ini usaha yang bersama Elye Craft sudah berjalan hingga 6 tahun. Walaupun sebelumnya di awal rintisan usaha ia pernah berhenti membuat kerajinan lantaran terlalu disibukkan dengan mengurus anak bayinya.

Omset hingga Rp 500 juta

Setelah fakum, Linda kembali meneruskan bisnisnya namun dengan menambah variasi produk menjadi lebih banyak dan menarik sehingga akan menarik perhatian customer. Yakni dengan memutuskan untuk memasok alat-alat pembuat kerajinan tangan. Alias menjual barang mentah yang dibutuhkan oleh pengrajin lainnya.

Berkat inovasinya ini, bisnis kerajinan aksesoris Linda mampu memperoleh omset hingga Rp 500 juta per bulan. Padahal sebelumnya di tahun pertama membuka usaha ia hanya mampu mendapatkan omset sekitar Rp 3 juta per bulan.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button