Vaksin corona tiba sejak 6 Desember, bagaimana kesiapan masyarakat?

Sejak kasus corona pertama kali masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020 lalu, masyarakat mulai dihebohkan dengan bertambahnya kasus positif corona yang kian meninggi. Kabar baiknya, setelah hampir 1 tahun bergelut dengan virus ini pada 6 Desember lalu, vaksin virus corona Sinovac buatan perusahaan farmasi asal China tiba di Indonesia.

Survei sudah dilakukan bahkan sebelum vaksin corona tiba di Indonesia

19-30 Sepetember 2020 lalu, Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) mengadakan survei tentang penerimaan vaksin COVID-19 di Indonesia. Survei ini didukung oleh UNICEF dan WHO, dan menunjukan mayoritas masyarakat siap divaksin.

Survei yang melibatkan tanggapan lebih dari 115.921 responden yang berasal dari 34 provinsi, 508 kabupaten/kota yang berbeda ini memberikan hasil yang positif terhadap vaksin corona yang akan diadakan dalam waktu dekat.

Tiga perempat responden menyatakan mereka telah mendengar tentang rencana pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia. Dan dua pertiga responden telah menyatakan bersedia divaksin guna segera mengatasi kasus covid-19 ini.

Meski begitu, hasil survei juga menunjukkan keraguan penerimaan vaksin ditunjukkan oleh sebagian kecil responden. Tujuh persen responden mempertimbangkan beberapa faktor dalam pemberian vaksin, diantaranya faktor keamanan, efektivitas, serta kehalalan.

Tanggapan masyarakat tentang pengadaan vaksin Covid-19

Lalu bagaimana tanggapan masyarakat tentang rencana vaksin yang akan dilakukan pemerintah? Databoks.katadata.co.id melakukan survei terhadap 2.109 orang mengenai keyakinan masyarakat terhadap keampuhan vaksin Sinovac ini.

Dari survei ini hasil yang didapatkan adalah sebanyak 53% mengatakan vaksin dapat melindungi mereka dari paparan Covid-19. Sisanya, masih ada 41% responden menyatakan keraguannya bahwa vaksin ini dapat melindungi mereka dari covid. 6% responden tidak setuju vaksin ini dapat mengatasi covid di Indonesia. Ironisnya, sebanyak 38% responden ternyata menilai vaksin virus corona memiliki efek samping.

Perlunya edukasi dan literasi tentang vaksin Covid kepada masyarakat

Keraguan yang ditunjukkan masyarakat terhadap pemberian vaksin covid-19 muncul karena ketidaktahuan mereka. Hal-hal lain yang memicu penolakan dan keraguan pemberian vaksin adalah aspek ekonomi, keyakinan agama, status pendidikan serta wilayah.

Kelompok masyarakat dengan informasi yang cukup terkait vaksin, cenderung akan menerima pemberian vaksin tersebut. Alasannya, karena mereka mengetahui bahwa vaksin covid yang diberikan pemerintah aman, dan telah melalui serangkaian pengujian sebelum diberikan kepada masyarakat.

Karena itu lah peran pemerintah dan media sangat penting terhadap proses vaksinisasi masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyaarakat dengan serangkaian pengujian vaksin. Dan media dihimbau untuk tidak menyulut keraguan masyarakat terhadap vaksin buatan Cina ini.

Jangan lupa update info kesehatan lainnya di bisnika.hops.id

Baca juga : Kasus COVID-19 meningkat, gudang Amazon di New Jersey Utara ditutup sementara

Vaksin corona. Foto: Unsplash

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button