Waspada jangan sampai terjerat pinjol ilegal…

Dapat dipastikan hampir semua orang yang memiliki handphone sudah pernah menerima sms yang menawarkan pinjaman. Hati-hati jangan sampai terjerat pinjol ilegal. Apa akibatnya jika kita terjebak pada pinjol atau pinjaman online ilegal tersebut, dan bagaimana mengatasinya?

Modus operandi pinjol ilegal

Sekalipun kamu sangat memerlukan modal untuk usaha mu, Jangan sekali-kali pernah terlibat pada pinjol ilegal. Apa itu pinjol ilegal?

Pinjol ilegal adalah segala bentuk pinjaman online yang tidak di legalkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Seluruh institusi Finance technology (Fintech) harus terdaftar di sini. Jika tidak, maka mereka bisa berlaku seenaknya sendiri.

Berikut ini modus yang biasanya di terapkan oleh pinjol ilegal:

  1. Informasi Disebarkan dengan sangat masif, bisa melalui SMS, email spam, atau sosial media lainnya.
  2. Syarat untuk pengambilannya sangatlah mudah. Tak perlu ada agunan, atau melakukan penelitian ke calon peminjam sama sekali.
    Biasanya kalau kita mau pinjam ke bank, persyaratannya banyak sekali, harus ada agunan, dan pemeriksaan kelayakan agunan.
  3. Meminta akses ke data pribadi. Bisa semua foto file maupun kontak kita. Kesemuanya merupakan kan senjata bagi mereka untuk mengintimidasi saat kita gagal bayar.
    OJK hanya mengizinkan permintaan hak akses ke  kamera, microfon, dan lokasi calon peminjam saja.
  4. Biasanya pinjol berusaha untuk menyembunyikan identitas perusahaannya.
  5. Suku bunga dan dendanya sangat tinggi, bisa 1% sampai 4% per hari. Artinya bila 4% perhari, kamu meminjam 25 hari saja, maka harus mengembalikan dua kali lipatnya.
    Sialnya prosentase ini seringkali tidak dicantumkan dengan jelas dalam perjanjian.
  6. Nah yang lebih berbahaya lagi jangka waktu peminjamannya sangat singkat. Misalnya dijanjikan 2 bulan, tetapi setelah muncul kesepakatan, ternyata waktu tenornya hanya 2 minggu.
  7. Bahkan aturan yang mereka buat pun bisa berubah-rubah, seenak mereka sendiri.

Lalu apa yang terjadi jika kamu gagal bayar?

Akibatnya bisa bermacam-macam. Mulai Dengan menelpon berkali-kali. Menghubungi sanak saudaramu atau teman-temanmu, untuk mempermalukan mu. Sampai menyiarkan data pribadi mu yang kurang etis untuk disebarkan.
Pernah juga ada kejadian orang yang merasa ketakutan karena anaknya diancam, foto anaknya diambil dari galeri foto atau covernya.

Apa langkah yang harus kamu lakukan?

  1. Selesaikan hutangmu sesegera mungkin. Cobalah untuk menegosiasikan suku bunga atau jangka waktu pembayaran. Atau meminjam ke orang tua atau sanak saudaramu, yang tenornya lebih lunak. Kalau udah selesai, fix… jangan pernah, pernah, pernah, pinjam lagi, ya, di pinjol ilegal
  2. Rekam semua pembicaraan telponmu dengan mereka, sebagai bukti. Jika tindakan mereka sudah di luar batas, kamu bisa melaporkan ke kepolisian.
  3. Pengaduan jika terjadi masalah pada pinjol ilegal, dapat dilakukan ke polisi atau Satgas Waspada Investasi (SWI). OJK dan AFPI (asosiasi fintech pendanaan bersama Indonesia) tidak melayani pengaduan pinjol ilegal.

Karenanya jika memang ingin melakukan pinjaman online, sebaiknya pilih pada organisasi yang dirujuk oleh OJK. Saat ini ada 148 penyelenggara fintech yang mendapat izin OJK. Kamu bisa melihat pada situs ojk.co.id, atau hubungi Kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 atau layanan whatsapp 081 157 157 157 untuk mengecek status izin penawaran produk jasa keuangan yang kamu terima.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button