WNI menjadi korban perdagangan manusia, jangan asal kepincut jadi TKI

Menjadi TKI adalah satu dari sekian banyak peluang kerja yang paling banyak diincar WNI. Selain karena memang gaji yang tinggi, menjadi TKI bisa memberikan mereka banyak pengalaman menarik yang mungkin tidak bisa didapatkan di Indonesia. Meski banyak tawaran menjadi TKI, kita harus tetap berhati-hati karena akhir-akhir ini banyak WNI menjadi korban perdagangan manusia di Turki.

Lha kok bisa WNI menjadi korban perdagangan manusia? Usut punya usut WNI banyak ditawari pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk menjadi TKI di Turki. Bukannya menjadi ART atau pekerja lain sesuai yang dijanjikan, WNI malah menjadi korban perdagangan manusia.

Ngeri banget kan bagaimana jika sampai kita atau orang-orang tersayang sampai terkena tipuan menjadi TKI malah diseret sebagai korban perdagangan manusia? Baca artikel lengkapnya disini!

Kasus WNI menjadi korban perdagangan manusia di 2021 meningkat

WNI menjadi korban perdagangan manusia
Perdagangan manusia. Foto: Pinteresta

Lalu Muhammad Iqbal sebagai Duta Besar RI di Ankara menjelaskan sepanjang tahun 2021 yang baru berjalan 4 bulan ini, kasus perdagangan manusia yang melibatkan WNI di Turki mencapai 20 kasus. Bayangkan saja jika kasus ini tidak segera tertangani, akan bertambah berapa banyak kasus seperti ini lagi yang melibatkan WNI.

Padahal, di tahun 2020 sebelumnya selama 1 tahun kasus perdagangan manusia yang melibatkan WNI hanya terjadi sebanyak 20 kasus.

Dijelaskan bahwa pelonjakan kasus secara drastis ini disebabkan karena WNI banyak tertipu oknum yang menawarkan pekerjaan sebagai (ART) di Turki. Tentu saja akan ada banyak WNI yang berminat dengan tawaran ini bukan?

Agar tidak bertambah lebih banyak lagi kasus serupa, Lalu Muhammad Iqbal menghimbau agar WNI selalu berhati-hati dan tidak mudah tergoda dengan tawaran bekerja di luar negri. Terlebih di kondisi seperti saat ini.

Jangan tertipu, tawaran menjadi ART di Turki dipastikan illegal

Kasus perdagangan manusia dengan kedok mencari ART di Turki diharapkan tidak terus bertambah. Dengan ini pihak KBRI menghimbau agar WNI tidak menerima tawaran menjadi ART di Turki. Jika ada oknum yang menawarkan sebagai penyalur kerja ART di Turki, bisa dipastikan mereka berniat buruk atau memang mereka adalah penyalur ilegal.

Secara resminya Turki tidak pernah terdaftar sebagai negara tujuan bagi para pekerja migran Indonesia. Karena sebenarnya sektor ART di Turki bukanlah sektor yang diperuntukkan bagi warga asing. Dan juga tidak banyak warga Turki yang menggunakan jasa ART.

Lebih lanjut, kasus perdagangan manusia yang melibatkan WNI di Turki ini ternyata sama sekali tidak melibatkan warga Turki. Ternyata, kasus perdagangan manusia ini didalangi oleh warga negara sekitar Turki yang mengalami konflik, dan sedang menetap di negara Turki.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button