Yuk hitung berapa THR mu!

Setelah melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari, umat muslim akan melaksanakan idul fitri. Dan sebelum hari H-7 Idul fitri, para pekerja atau buruh akan mendapatkan THR dari tempat kerja masing-masing. THR atau Tunjangan Hari Raya adalah pendapatan non upah yang dibayarkan pihak pengusaha atau perusahaan kepada para pekerja atau buruh mereka menjelang hari raya kegamaan di Indonesia. Berapa THR yang harus diterima? Berikut ini peraturan-peraturan yang berkaitan dengannya.

Dasar hukum adanya kewajiban pemberian THR oleh pihak pengusaha atau perusahaan ini adalah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 dan juga Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2021.

THR Keagamaan diberikan kepada :

  1. Pekerja atau buruh yang telah memiliki masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.
  2. Pekerja atau buruh yang memiliki hubungan kerja dengan perusahaan atau pengusaha berdasarkan pada perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Besaran THR Keagamaan diberikan dengan ketentuan berikut :

  1. Bagi pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih, akan diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah.
  2. Untuk pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus namun kurang dari 12 (dua belas) bulan, diberikan secara proporsional dengan ketentuan sebagai berikut : (masa kerja : 12) x 1 (satu) bulan upah
  3. Untuk pekerja atau buruh yang berdasarkan perjanjian kerja harian, upah 1 (satu) bulan dihitung dengan cara :
  4. Pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 (dual belas) bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
  5. Pekerja atau buruh yang telah memiliki masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah 1 (satu) bulan dihitung dengan berdasarkan rata-rata upah yang diterima setiap bulan selama masa kerja.

THR atau Tunjangan Hari Raya bersifat wajib. Pemberian THR wajib dibayarkan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan. Sehingga tidak ada alasan bagi para perusahaan atau pengusaha untuk tidak memberikan THR kepada para pekerja atau buruh mereka. Untuk para perusahaan yang tidak dapat melakukan pembayaran THR tepat waktu sebaiknya melakukan dialog dengan pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan bersama.

Nah kini Kamu dapat gambaran berapa THR yang harus diterima. Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Bisnika (TCT)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button